12 Jenis Jenis Kanker Bisa dideteksi sekaligus

Setiap sel dalam tubuh manusia berpotensi menjadi sel kanker sehingga skrining dan deteksi dini sangat penting dilakukan. Kini dengan teknologi baru, 12 jenis kanker bisa langsung dideteksi dengan satu kali pemeriksaan menggunakan Biomarker C-12 Protein Chip.

Pemeriksaan 12 kanker sekaligus baru pertama kali di Indonesia yang dirintis Laboraorium Klinik Prodia Jakarta. Bekerjasama dengan negara Malaysia, kini 12 jenis kanker bisa terdeteksi langsung hanya dengan menggunakan sebuah chip.

Selama ini, pemeriksaan dan skrining kanker hanya bisa dilakukan satu persatu. Tapi kini, dengan teknologi Biomarker C-12 Protein Chip, 12 jenis kanker bisa langsung terdeteksi, antara lain kanker hati, paru, lambung, esophagus (kerongkongan), prostat, usus besar, payudara, ovarium, pankreas, rahim, testis, kandung kemih, tiroid dan endometrium.
Jadi harga pemeriksaannya pun akan lebih murah. Karena jika kita melakukan skrining 12 kanker satu persatu, harganya bisa mencapai Rp 3-4 juta. Tapi dengan teknologi ini harganya cuma Rp 1,5 juta saja," ujar Ampi Retnowardani, Marketing Communication Manager Prodia di acara 'Konsep Baru dalam Skrining Kanker dengan Biomarker C-12 Protein Chip' di Laboratorium Klinik Prodia, Jakarta, Selasa (17/11/2009)..

Menurut data dari Anti Cancer Research tahun 2004, kenker diketahui sebagai penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah jantung. Tapi pada tahun 2010 diprediksikan menjadi pembunuh nomor 1. Biasanya penderita kanker baru sadar dirinya terkena kanker saat memasuki stadium lanjut.

"Itu karena sel kanker tumbuhnya perlahan-lahan dan pada stadium awal umumnya tidak bergejala. Ditambah lagi dengan rasa malas untuk memeriksakan diri," ujar Dr Agus Kosasih, SpPK, konsultan Prodia dan penanggung jawab laboratorium patologi RS Kanker Dharmais.

"Prinsip dasar dari Biomarker C-12 Protein Chip adalah mendeteksi sinyal tumor atau kanker yang ada dalam tubuh melalui sampel darah. Secara sederhananya, darah dimasukkan ke dalam chip, lalu chip reader akan membaca sinyal adanya kanker dari protein asing dalam darah yang nanti disesuaikan dengan standarnya," jelas Dr Agus.

Tujuan utama dari penggunaan chip ini sebenarnya untuk memantau efek pengobatan terhadap perkembangan kanker. "Tapi bisa juga untuk sekedar ingin tahu saja, apa kita punya kanker atau tidak dalam tubuh. Karena meski kelihatan dari luar sehat-sehat saja, tapi sebenarnya setiap sel dalam tubuh kita berpotensi menjadi kanker. Apalagi kalau sudah ada benjolan yang agak aneh, harusnya langsung curiga sampai terbukti itu benar-benar kanker atau bukan," tutur Dr Agus.

Namun sayangnya, meski teknologi ini sudah ada di Indonesia, tapi alatnya hingga kini masih berada di Malaysia karena Biomarker C-12 Protein Chip ini merupakan hasil kerjasama laboratorium klinik Prodia dengan HSC Medical Centre Kulala Lumpur Malaysia.

"Kita hanya melakukan sampling darah disini. Untuk pemeriksaannya, kita kirim ke Malaysia. Tapi dengan begitu kan menguntungkan pasien juga, karena tidak usah repot-repot ke Malaysia. Hasilnya sudah bisa diketahui seminggu kemudian," ujar Ampi.

Jadi dengan alat ini, bisa diketahui bibit kanker apa saja yang bersarang dalam tubuh kita. Seperti paket komplit saja, mudah, murah dan cepat.
Sumber : DetikHealth.Com 

0 komentar:

Poskan Komentar