10 Kesalahpahaman Tentang Diabetes

1. Diabetes bukan penyakit Mematikan – Salah!
Kenyataanya, diabetes adalah global killer, yang menyebabkan kematian jauh lebih banyak daripada kematian akibat HIV/AIDS. Penyakit ini membunuh 3.8 juta orang setahun. Setiap 10 detik seseorang mati akibat dibetes atau yang berkaitan dengan diabetes.


2. Diabetes hanya berdampak pada negara-ngeara kaya saja – Salah!
Diabetes menyerang semua populasi, tanpa peduli berapa pendapatan populasi tersebut. Jumlah ini terus bertambah. Lebih dari 240 juta orang di dunia saat ini mengidap diabetes. Angka ini akan terus bertambah hingga lebih dari 380 juta pada tahun 2025. Di beberapa Negara di Asia, Timur Tengah, Oceania dan Karibia, diabetes 12-20% populasi terkena diabetes. Pada 2025, 80% kasus diabetes akan terjadi pada negara berpendapatan rendaha dan menengah.

3. Diabetes didanai besar-besaran secara global – Salah!
Official Overseas Development Aid (bantuan resmi luar negeri) untuk sektor kesehatan pada 2002 mencapai USD 2.9 milyar, dan hanya 0.1% saja untuk mendanai SELURUH penyakit tidak menular kronik (non-communicable chronic disease). Sebagian besar dari dana yang USD 2.9 milyar ini untuk mendanani HIV/AIDS. Meskipun diabetes jauh lebih mematikan secara global. Jika dibandingkan dengan HIV/AIDS, dana untuk diabetes hanya didapat dari sebagian kecil dari yang 0.1% dari dana yang tersedia. Sebagai tambahan, bank duni memberikan USD 4.2 milyar pinjaman untuk dana kesehatan, populasi dan nutrisi antara tahun 1997 dan 2002. Hanya 2.5% dari dana tersebut diberikan untuk penyakit kronik.

Lanjut membaca “10 Kesalahpahaman Tentang Diabetes”  »»

Rumah Sakit Masa Depan Dokter diganti Robot

California, Seperti apa rumah sakit yang nanti hadir di masa depan? Pastinya lebih maju, canggih dan berteknologi. Semuanya serba terkomputerisasi dengan alat-alat yang serba modern. Tidak menutup kemungkinan posisi dokter pun diambilalih oleh robot.

Di negara maju seperti Amerika, hal itu ternyata sudah diterapkan yaitu di Methodist Hospital Houston. Para dokter disana menggunakan robot yang berukuran 5 inci yang bisa bergerak kemana-mana dengan sebuah monitor di bagian atasnya yang menghubungkan dokter dengan keadaan di sekelilingnya.

Dengan robot itu, sang dokter bisa memantau keadaan dan memberi arahan pada pasien dari manapun ia berada. Dengan begitu ia dapat memantau banyak orang sekaligus tanpa harus keluar dari ruangannya atau sedang ada urusan lainnya.

Robot yang berjalan seperti pembersih lantai itu dijaga oleh tim medis pada saat berkeliling ke ruangan pasien. Robot tersebut memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan sang dokter di depan pasien.

Robot itu juga dilengkapi dengan radio-frequency ID untuk melacak keberadaan dokter, suster, dan beberapa peralatan yang ada di rumah sakit sehingga bisa merespons keadaaan gawat darurat. Fasilitas canggih lainnya yang tersedia di rumah sakit modern tersebut yaitu kasur 'pintar'.

Kasur itu bisa mentransmisikan gambaran detak jantung dan nafas pasien secara otomatis sehingga bisa memberi peringatan langsung pada suster lebih cepat jika terdapat gangguan pada hasil transmisinya. Namun para ahli dan dokter pun masih memiliki impian tentang rumah sakit masa depan mereka.

"Suatu hari nanti, harapannya yaitu semua dokter bisa mengetahui riwayat kesehatan pasien melalui akses sebuah alat pengidentifikasi kesehatan yang ditanamkan di bawah jaringan kulit pasien," ujar Naomi Fried, dari Kaiser Permanente's Sidney R. Garfield Health Care Innovation Center di San Leandro, California seperti dikutip dari USNews, Kamis (1/10/2009).

Menurut pihak Datamonitor,-- perusahaan yang memproduksi alat-alat kesehatan--, alat yang diimpikan para dokter itu mungkin tidak lama lagi akan hadir. Alat yang menurutnya akan disebut telemedicine itu layaknya sebuah remote yang bisa memonitor keadaan pasien bahkan melakukan operasi jarak jauh oleh dokter.

Para investor rumah sakit pada dasarnya punya 2 tujuan untuk membangun rumah sakit masa depan menggunakan robot dan teknologi canggih lainnya yaitu untuk meningkatkan perawatan klinis pasien dan mengurangi tingkat error dokter. Dengan demikian diharapkan tingkat stres pasien pun akan menurun dan proses penyembuhan akan lebih cepat.

"Pada tahun 2015 nanti, mungkin pusat perawatan dan tindakan medis cukup dilakukan di rumah, tidak perlu rumah sakit karena semuanya bisa dilakukan oleh robot dokter dan fasilitas berteknologi lainnya," ujar Fried.

Sumber : DetikHealth.Com
Lanjut membaca “Rumah Sakit Masa Depan Dokter diganti Robot”  »»

8 Macam Mitos Mata

Mitos mengenai penyakit mata dan pengobatannya telah lama beredar di tengah masyarakat Indonesia. Mitos ini disampaikan dari generasi ke generasi sehingga sebagian besar masyarakat percaya akan mitos tersebut. Fakta mengenai mitos-mitos tersebut penting untuk diketahui agar masyarakat memiliki persepsi dan pemahaman yang tepat mengenai penyakit mata. Berikut ini kami akan mengupas beberapa fakta dari mitos seputar penyakit mata yang telah lama beredar di masyarakat.

1. Bintitan Timbul Karena Sering Mengintip
Tidak Benar
Bintitan atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan nama hordeolum sebenarnya merupakan suatu infeksi pada kelenjar yang terdapat di kelopak mata. Umumnya infeksi ini disebabkan oleh suatu mikroorganisme yang dikenal dengan nama Staphylococcus aureus. Jika kelenjar di kelopak mata ini terinfeksi oleh bakteri tersebut maka akan terbentuk bisul. Bisul pada kelopak mata inilah yang oleh masyarakat dikenal sebagai bintitan. Penyakit ini biasanya akan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Namun beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan antara lain dengan tetap menjaga kebersihan kelopak mata dan memberikan kompres hangat 4x/hari masing-masing selama 10 menit.

2. Makan Banyak Wortel Dapat Menyembuhkan Rabun JauhTidak Benar
Rabun jauh (mata minus) dalam istilah kedokteran dikenal dengan nama miopia merupakan suatu gangguan penglihatan dimana mata tidak mampu untuk melihat benda yang jaraknya jauh sehingga pandangan menjadi kabur saat melihat benda jauh. Rabun jauh ini dapat terjadi karena adanya perubahan kelengkungan kornea, adanya gangguan pada lensa mata atau terjadinya pemanjangan sumbu bola mata.
http://abcnews.go.com/Health/EyeHealthNews/11-eye-myths-debunke /story?id=8919023
Lanjut membaca “8 Macam Mitos Mata”  »»

Obat Baru Memberi Harapan dalam Melawan Hipertensi yang Sulit Diatasi

Penelitian baru melaporkan bahwa obat baru bagi penderita tekanan darah tinggi yang tidak dapat dikontrol oleh obat-obatan yang ada, dalam uji klinis yang sangat baik. Penelitian ini dilaporan di dalam jurnal the Lancet edisi online 13 September, penurunan tekanan darah substansial dicapai dengan berbagai dosis obat darusentan, untuk orang yang masih hipertensi walaupun sudah menggunakan tiga atau lebih obat-obatan.

Obat baru ini efektif untuk tekanan darah tinggi yang resisten dapat "berpotensi sangat bermanfaat" menurut seorang pakar, Dr Kirk Garratt, direktur klinis penelitian jantung intervensi di Lenox Hill Hospital, New York City.

Menurut Garratt, penurunan tekanan darah yang terlihat dalam studi ini sangat menggembirakan. hal ini hanya membutuhkan perubahan kecil dalam pembacaan tekanan darah untuk memberikan manfaat pada pasien. Obat ini berpotensi mengambil orang-orang dari tempat yang sangat berbahaya ke tempat yang sangat aman.

Menurut Nathan Kaiser, juru bicara Gilead Sciences, perusahaan yang sedang mengembangkan obat, hasil kajian akan diserahkan kepada US Food and Drug Administration sebagai bagian dari permohonan untuk persetujuan pemasaran.

Uji coba yang lebih besar telah selesai awal tahun ini untuk pendaftaran. Data uji klinis diharapkan ada pada akhir tahun. Sambil menunggu hasil studi kedua, paling cepat mereka dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan persetujuan, tampaknya kuartal keempat tahun 2010.

Beberapa studi telah mengatakan bahwa sebanyak 30 persen orang dengan tekanan darah tinggi, suatu faktor risiko utama untuk masalah-masalah kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, memiliki bentuk resisten, di mana tekanan darah tidak dapat dibawa ke tingkat yang diinginkan meskipun menggunakan tiga atau lebih obat-obatan.


Jika darusentan bekerja sebagaimana yang diharapkan, maka akan sangat berguna bagi orang tua dengan tekanan darah tinggi resisten, kata Weber. Mereka cenderung setengah baya atau lebih tua, seringkali dengan beberapa gangguan fungsi ginjal. Ini lebih sulit dan lebih sulit untuk menangani mereka dan bahkan lebih diperlukan untuk mendapatkan tekanan darah mereka diinginkan, sehingga cara yang yang lebih efektif bahkan akan lebih berharga."( Kalbe.co.id - )


Lanjut membaca “Obat Baru Memberi Harapan dalam Melawan Hipertensi yang Sulit Diatasi”  »»

Kombinasi fixed-dose Amlodipine/Olmesartan medoxomil sebagai Terapi Lini Utama untuk Hipertensi

FDA (Food and Drug Administration) telah menyetujui pemberian tablet kombinasi fixed-dose amlodipine/olmesartan medoxomil sebagai terapi lini utama pada pasien hipertensi yang memerlukkan terapi kombinasi untuk mencapai target tekanan darah.

Persetujuan yang diberikan FDA ini mendukung tatalaksana terapi hipertensi di Amerika, yang merekomendasikan pemberian terapi kombinasi sebagai terapi awal pada pasien-pasien yang memerlukkan lebih dari 1 macam obat hipertensi.

Dr. Keith C. Ferdinand dari Emory School of Medicine, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, mengatakan bahwa persetujuan yang diberikan FDA terhadap tablet kombinasi fixed-dose amlodipine/olmesartan medoxomil ini memberikan para dokter pilihan dalam menentukan terapi, yang juga akan menolong lebih banyak pasien mencapai target tekanan darah. Selain itu pemberian terapi kombinasi fixed-dose seperti amlodipine/ olmesartan medoxomil lebih nyaman dan meningkatkan kepatuhan pasien dibandingkan terapi kombinasi dengan sediaan terpisah.

Persetujuan yang diberikan oleh FDA didasarkan pada data-data yang diperoleh dari penelitian-penelitian registrasional, yang memperlihatkan perkiraan dan probabilitas jumlah pasien yang mencapai target tekanan darah dengan terapi kombinasi fixed-dose, yang dibandingkan dengan terapi kombinasi dalam sediaan terpisah.

Salah satu data yang diperoleh adalah data dari sebuah penelitian multisenter, acak, kontrol plasebo, dan faktorial, yang melibatkan 1940 pasien hipertensi berat.


Penelitian ini berlangsung selama 8 minggu. Pasien secara acak dibagi dalam 12 kelompok penelitian, yang mana masing-masing kelompok menerima terapi berbeda-beda: terapi dengan plasebo, monoterapi dengan amlodipine 5 mg atau 10 mg, monoterapi dengan olmesartan medoxomil 10 mg, 20 mg, atau 40 mg, atau terapi kombinasi fixed-dose dengan kekuatan dosis amlodipine/olmesartan medoxomil 5/10 mg, 5/20 mg, 5/40 mg, 10/10 mg, 10/20 mg, dan 10/40 mg. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terapi kombinasi menurunkan tekanan darah lebih besar dibandingkan dengan monoterapi masing-masing obat.

Selain itu telah dilakukan 5 penelitian fase I, yang menguji farmakokinetik amlodipine dan olmesartan pada sukarelawan sehat, yang diberikan dalam bentuk kombinasi fixed-dose maupun sebagai kombinasi dalam sediaan terpisah. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rerata (mean) kadar mantap amlodipine dan olmesartan serupa, baik dalam bentuk kombinasi fixed-dose, maupun dalam kombinasi terpisah. Paparan total dan paparan maksimum terhadap amlodipine dan olmesartan setelah pemberian kombinasi fixed-dose bioequivalen bila dibandingkan dengan kombinasi sediaan terpisah. AUC (area under the drug concentration-time curve) dari waktu nol hingga waktu t, dari waktu nol hingga tak terbatas dan kadar maksimum kedua obat di dalam plasma juga memenuhi kriteria bioequivalensi bila terapi kombinasi fixed-dose diberikan 30 menit setelah sarapan pagi dengan diet tinggi lemak. Secara farmakokinetik, amlodipine besylate dan olmesartan medoxomil merupakan kombinasi yang cocok dalam bentuk fixed-dose.

Satu-satunya efek samping yang terjadi pada >= 3% pasien yang mendapatkan terapi kombinasi amlodipine/olmesartan medoxomil dan juga lebih sering terjadi dibandingkan dengan plasebo adalah edema. Efek samping lainnya yang lebih jarang terjadi namun dengan intensitas tidak berbeda dengan plasebo adalah hipotensi, hipotesi ortostatik, gatal, palpitasi, sering buang air kecil dan nokturia.

Sebelumnya tablet kombinasi fixed-dose amlodipine/ olmesartan medoxomil disetujui pemberinnya oleh FDA sebagai terapi lini kedua, baik sebagai kombinasi tunggal (amlodipine/omesartan medoxomil) atau sebagai terapi kombinasi dengan obat antihipertensi lainnya.

Tablet kombinasi fixed-dose amlodipine/olmesartan medoxomil ini diharapkan akan menolong lebih banyak pasien dalam mencapai target tekanan darah.

Kesimpulan:

•FDA menyetujui pemberian tablet kombinasi fixed-dose amlodipine/olmesartan medoxomil sebagai terapi lini utama bagi pasien hipertensi yang memerlukkan terapikombinasi antihipertensi untuk mencapai target tekanan darah.

•Tablet kombinasi fixed-dose amlodipine/olmesartan medoxomil ini memberikan para dokter pilihan dalam menentukan terapi, yang juga akan menolong lebih banyak pasien mencapai target tekanan darah.

•Secara farmakokinetik, amlodipine besylate dan olmesartan medoxomil merupakan kombinasi yang cocok dalam bentuk fixed-dose.
Lanjut membaca “Kombinasi fixed-dose Amlodipine/Olmesartan medoxomil sebagai Terapi Lini Utama untuk Hipertensi”  »»